Kegiatan Pelatihan Konselor Sebaya: Upaya Preventif Permasalahan Remaja Melalui Pemberdayaan Konselor Sebaya

Palangka Raya– Pada tanggal 20-25 Oktober kemarin, telah diselenggaraan kegiatan pelatihan konselor sebaya dengan tema “Upaya Preventif Permasalahan Remaja Melalui Pemberdayaan Konselor Sebaya”. Kegiatan ini berlangsung selama total 40 jam pelajaran secara Hybrid (12 jam pelajaran online dan 28 jam pelajaran offline). Terhitung dari hari jumat tanggal 20-23 Oktober kegiatan dilaksanakan secara online, dilanjutkan pada hari selasa pada tanggal 24-25 Oktober kegiatan berlangsung secara offline di Aula Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD)  lantai tiga.

Kegiatan yang dimulai dengan pembukaan resmi oleh Bapak DR. Muhammad Ali Sibram Malisi, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan dakwah, ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam, bertujuan untuk membangun pola pikir remaja guna menciptakan pemahaman terhadap permasalahan remaja.

Dekan FUAD Dr. Muhammad Ali Sibram Malisi, M.Ag memberikan sambutan sekaligus membuka acara pelatihan Konselor Sebaya
laporan kegiatan oleh ketua HMPS BKI Seviyeni di acara pembukaan pelatihan Konselor Sebaya

Dalam upaya mencegah berbagai permasalahan yang kerap dialami oleh remaja saat ini, kegiatan pelatihan konselor sebaya menjadi langkah awal yang penting untuk menuju perkembangan masa dewasa yang sehat. Permasalahan remaja, seperti depresi, kecanduan media sosial, tekanan akademik, dan berbagai masalah lainnya, semakin kompleks dan memerlukan pendekatan yang tepat untuk membantu remaja mengatasi tantangan tersebut.

Melalui pelatihan ini, para peserta, yang pada umumnya adalah teman sebaya remaja, dilatih untuk memahami isu-isu yang dihadapi oleh remaja saat ini. Mereka juga diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan dukungan, nasihat, dan bimbingan kepada teman-teman sebayanya yang menghadapi masalah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi remaja dalam menghadapi permasalahan mereka.

Salah satu peserta pelatihan, Maimunah, mengungkapkan, “banyak sekali yang aku dapatin melalui pelatihan konselor sebaya ini, salah satunya mengenai teknik-teknik konseling dan praktik penerapannya, juga pelatihan seperti inikan tidak selalu ada, aku merasa senang banget bisa jadi peserta. Semoga ini bisa di manfaatkan dengan baik”.

Kegiatan pelatihan konselor sebaya ini juga menghadirkan trainer ahli di bidang konseling remaja, psikologi, dan ilmu terkait. Mereka memberikan wawasan mendalam mengenai berbagai aspek permasalahan remaja dan strategi pencegahan yang efektif.

Gerry Olvina Faz, M.Psi., Psikolog, salah satu trainer dipelatihan konselor sebaya pada selasa 24 Oktober. Beliau Merupakan seorang Praktisi dan Dosen di IAIN Palangka Raya, sedang menjelaskan mengenai Konselor Sebaya: Masalah dan Penguatan Keterampilan.
Bella Melinda, S.Sos, merupakan alumni Mahasiswi Bimbingan Konseling Islam IAIN Palangka Raya sekarang guru BK di salah satu Instansi pendidikan Palangka Raya beliau hadir sebagai narasumber dipelatihan Konselor Sebaya pada selasa 24 Oktober 2023.
Helmi Supriyanti, S.Psi, M.Pd, Ketua MGBK Kalimantan Tengah merupakan trainer hari kedua Offline. Beliau tidak hanya memberikan teori konseling sebaya tapi juga meminta peserta untuk praktik langsung

Pencegahan permasalahan remaja melalui pemberdayaan konselor sebaya merupakan langkah penting. Para konselor sebaya memiliki akses yang lebih dekat dengan teman-teman mereka, dan mereka bisa menjadi perpanjangan tangan yang efektif dalam membantu remaja mengatasi berbagai masalah.

para peserta sedang mempraktikan langsung proses konseling sebaya, setelah sesi ini mereka merasa senang karena ada yang mendengarkan dengan peduli permasalahan mereka.

Dengan semangat penuh, para peserta pelatihan merencanakan untuk membawa pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dari acara ini ke sekolah dan komunitas mereka. Mereka berkomitmen untuk menjadi agen perubahan positif dalam upaya mencegah permasalahan remaja dan membangun pola pikir yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

Kegiatan pelatihan konselor sebaya ini merupakan salah satu contoh konkret bagaimana pemuda dan pemudi dapat berkontribusi secara aktif dalam meningkatkan kesejahteraan remaja dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan pemberdayaan konselor sebaya, harapan untuk masa depan lebih baik bagi generasi muda yang sehat.

SHARE

Author: Siti Nurwidia Apriyeni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.